Matikan Rokok untuk Hidupkan Mr. P
Tak
sedikit pria yang memiliki masalah pada organ vitalnya. Masalah yang umum
dialami adalah keadaan di mana penis loyo dan tak mampu mencapai ereksi yang
sempurna. Gejala tersebut biasa dikenal dengan istilah impotensi ada disfungsi
ereksi. Pria patut was-was ketika fungsi penis atau Mr. P tak lagi sejantan
dulu karena kehidupan seksualnya akan terganggu dan kecil kemungkinan mendapat
keturunan.
Pengertian
disfungsi ereksi sendiri ialah ketidakmampuan penis dalam berereksi sehingga
tidak tahan lama ketika berhubungan seksual. Tanda-tanda yang timbul ada
beberapa, misalnya penis sulit untuk tegang meskipun sudah dirangsang, ereksi
tidak bertahan lama ketika hubungan intim, atau paling parah yaitu sama sekali
tidak bisa ereksi. Oleh karena itu, makin marak dijual obat-obat khusus
anti-impotensi atau obat kuat dan semacamnya. Padahal, konsumsi obat yang
berlebihan akan berpengaruh buruk pada kesehatan. Ternyata ada langkah
sederhana tanpa obat yang bisa dijalani untuk memulihkan disfungsi ereksi,
yaitu dengan mengurangi rokok.
Penyebab
disfungsi ereksi ini beraneka ragam, maka penanganannya juga harus sesuai
penyebabnya. Nah, salah satu pemicu yang paling umum adalah kebiasaan merokok. Tak
salah jika di bungkus-bungkus rokok selalu ada peringatan bahwa merokok dapat
menimbulkan impotensi. Hal tersebut benar adanya karena dalam sebatang rokok
yang diisap, terdapat sekitar 4.500 racun yang mampu menghambat sirkulasi
darah. Racun-racun tersebut mulanya akan mengendap dalam tubuh dan menggerogoti
jantung dan paru-paru, lalu dalam jangka panjang merambat hingga ke organ
vital.
Pengaruh
buruk rokok terhadap fungsi ereksi pria bukanlah omong kosong belaka karena
sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan. Dalam suatu penelitian yang
melibatkan sejumlah 65 partisipan pria perokok yang aktivitas seksualnya masih
berjalan. Di laboratorium, seluruh pria tersebut bersedia untuk diukur daya
ereksinya. Sebelumnya, selama dua minggu mereka telah berhenti merokok dan
aktif mengikuti konseling mengenai koyo nikotin. Daya ereksi mereka tiga kali
diukur, yaitu ketika masih merokok, saat seminggu berhenti merokok, dan
terakhir ketika telah dua minggu tidak merokok. Alat yang dipakai untuk menghitung
daya ereksi pria disebut penile plethysmograph. Pengukuran
daya kekerasan ereksi dan diameter penis para partisipan dilakukan saat mereka
disuguhi film porno. Hasilnya, 75% partisipan yang sebelumnya mengidap
disfungsi ereksi menjadi bisa ereksi normal karena berhenti merokok. Hasil
penelitian tersebut sejalan dengan pernyataan Dr. Nugroho Setiawan, dokter
spesialis khusus andrologi di RSUP Fatmawati, yang mengatakan bahwa nikotin
yang terdapat dalam rokok dan asapnya adalah pemicu vasopasme (pembuluh arteri
penis menyempit sementara) yang otomatis berhubungan dengan sirkulasi darah
menuju penis. Pembuluh darah arteri yang rusak akan menyebabkan Mr. P loyo dan
tak berdaya untuk ereksi.
Berdasarkan
penjelasan sebelumnya, tentu sudah gamblang apa yang harus dilakukan untuk
memulihkan disfungsi ereksi. Tak perlu terus-terusan mengonsumsi obat oral
untuk impotensi, tinggal matikan rokok dan konsisten untuk tidak merokok, maka
Mr. P akan bangun lagi.
0 Response to "Matikan Rokok untuk Hidupkan Mr. P"
Post a Comment