Inilah Alasan Mengapa Masalah Psikologis Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi
atau impotensi merupakan gangguan ereksi dimana penis pria tidak dapat keras
dan mencapai ereksi secara maksimal meskipun terdapat stimulasi seksual yang merangsang.
Ada 2 faktor utama yang menyebabkan pria dapat mengalami disfungsi seksual,
yaitu faktor fisik dan faktor psikologi, bahkan bisa pula kombinasi dari
keduanya. Jika kondisi tubuh sedang tidak fit, ini akan menganggu fungsi
seksual dari seseorang. Umumnya, faktor fisik menjadi faktor yang paling
penting dan berkontribusi utama dalam mencapai ereksi. Dan jika kondisi tubuh
seseorang tidak sehat, maka proses ereksi juga akan terganggu. Namun jika
gangguan ereksi yang dialami terjadi secara terus menerus, maka sangat
kemungkinan jika gangguan tersebut diakibatkan oleh faktor lainnya. Bisa jadi
ini disebabkan karena beberapa penyakit yang sedang diderita seseorang yang
akan berpengaruh pada fungsi seksual. Misalnya saja penyakit diabetes, penyakit
ini dapat memperburuk gangguan kesehatan seksual seseorang.
Dan selain
penyakit, faktor lainnya yang juga menjadi penyebab lain terjadi impotensi
adalah masalah psikologi. Dan perlu anda ketahui jika faktor psikologi menjadi
penyebab 10-20% dari semua kasus disfungsi ereksi. Kebanyakan gangguan ereksi
yang disebabkan faktor psikologi terjadi dikarenakan pengalaman seksual buruk
yang terjadi di masa lalu. Sehingga kondisi ini dapat mempersulit seseorang
dalam menerima rangsangan seksual. Berikut ini ada beberapa masalah psikologis
yang dapat memicu gangguan ereksi.
1. Stress Dan Depresi
Ketika seseorang mengalami stress dan depresi tentu saja kondisi ini
dapat mempengaruhi kualitas fisik dan psikologis seseorang. Dalam kondisi
depresi, seseorang akan mengalami kesulitan saat menerima rangsangan seksual
dengan maksimal sehingga penyakit psikologis akan sangat rentan menyebabkan
seseorang mengalami disfungsi ereksi. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan
juga malah memberikan dampak yang buruk bagi seseorang yang mengalami depresi.
Biasanya obat-obatan yang digunakan mengobati depresi dapat memicu gangguan
ereksi. Hal ini karena kandungan kimia di dalam obat tidak bisa diterima tubuh
dan bahkan dapat mematikan fungsi organ.
2. Gangguan Kecemasan
Saat pertama kali menemukan tanda-tanda yang tidak wajar dan sesuai
pada fungsi seksual, maka seseorang bisa mengalami cemas yang berlebihan.
Kondisi ini akhirnya membuat pria takut dan menolak melakukan hubungan intim
dengan pasangan. Padahal gangguan kecemasan yang berlebihan justru akan semakin
mempersulit pria menerima rangsangan. Pencapaian ereksi bisa terjadi dengan
maksimal saat rangsangan diterima oleh otak dengan baik. Dan selanjutnya akan
diteruskan menuju organ yang berkaitan (penis) dalam pencapaian ereksi. Dan karena
itulah sebaiknya persiapkan diri dengan baik sebelum melakukan hubungan intim.
Misalnya saja beristirahat yang cukup sehingga fisik menjadi bugar dan segar
serta hubungan intim juga akan menjadi menyenangkan.
3. Perasaan Bersalah yang Berkepanjangan
Ketika
pasangan mengeluh tidak bisa merasakan kepuasaan saat hubungan intim, ini bisa
membuat seseorang merasa bersalah dan percaya diri menurun ketika akan
melakukan hubungan seksual. Dan untuk itulah sebaiknya hindari perasaan
semacamini karena bisa berpengaruh pada kondisi psikologi anda. Bahkan dapat
membuat gairah seksual menjadi menurun. Anda bisa mengatasinya dengan
membicarakan kondisi ini bersama pasangan untuk mencari solusi terbaik
menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menyiapkan diri ketika akan melakukan
hubungan intim.
Setiap orang
memang memiliki permasalahannya maisng-masing, baik itu masalah pekerjaan,
masalah hubungan, dan lainnya. Namun jangan biarkan permasalahan ini dapat
menganggu kehidupan seksual anda bersama pasangan. Konsultasikan permasalahan
anda bersama pasangan untuk mendapatkan solusi terbaik. Jika kondisi semakin
memburuk, anda bisa mendatangi psikologis untuk membantu menyelesaikan masalah
kehidupan seksual anda.
0 Response to "Inilah Alasan Mengapa Masalah Psikologis Dapat Menyebabkan Disfungsi Ereksi"
Post a Comment